Oleh: pih94 | 6 Oktober 2009

Siaran Pers No. 194/PIH/KOMINFO/10/2009

 

 Up Date Kondisi Layanan Penyiaran, Pos dan Telekomunikasi Pasca Gempa Bumi di Padang dan Sekitarnya

Jakarta , 1 Oktober 2009). Menyikapi berbagai kendala dan keterbatasan komunikasi pasca terjadinya gempa bumi di Padang pada tanggal 30 September 2009 dan juga untuk mengetahui kesiapan para asosiasi dan penyelenggara penyiaran, pos dan telekomunikasi, Sekjen Departemen Kominfo Basuki Yusuf Iskandar pada tanggal 1 Oktober 2009 secara mendadak telah mengadakan pertemuan khusus di departemen Kominfo dengan para pimpinan asosiasi dan penyelenggara penyiaran, pos dan telekomunikasi. Pertemuan yang berlangsung sekitar 1,5 jam tersebut sangat informatif dan produktif dalam menampung laporan berbagai pihak terkait dengan kendala di lapangan dan juga solusi penyelesaian yang harus segera diatasi untuk mempercepat pemulihan layanan komunikasi dan penyebaran informasi yang proporsional dalam membantu penanggulangan korban pasca gempa bumi di Padang dan sekitarnya.

Rapat yang terbuka bagi para wartawan tersebut diawali dengan penyampaian laporan dari seluruh penyelenggara telekomunikasi dan kemudian diikuti oleh entitas lainnya:

  1. PT Telkom: Layanan Telkom Flexi maupun telepon kabel dalam kondisi yang relatif normal, meskipun beberapa gedung kantor Telkom, termasuk Gedung STO Padang, STO Sungai Limau (Pariaman) dan STO Balai Salasa (Painan) rusak parah. Genset belum bisa segera dioperasikan karena perkabelan listrik banyak yg rusak dan dikhawatirkan terjadi korsleting listrik, meski tetap ada effort untuk segera mengaktifkan genset. Data BTS menunjukkan, bahwa 42 dari 90 BTS Flexi di Sumatera Barat dalam keadaan down , karena catu daya hanya bisa bertahan enam jam, sedangkan tidak semua BTS bisa tercover semua oleh genset. Sementara di Kota Padang dari 25 BTS yang ada 20 BTS belum bisa berfungsi, dan BTS lainnya yang berada di sekitar kota Padang, sebanyak 22 BTS tidak berfungsi, sedangkan 65 BTS masih berfungsi.
  2. PT Telkomsel: gempa bumi telah mengakibatkan kerusakan pada Kantor Pelayanan Telkomsel GraPARI dan Gedung Telkomsel Telecommunication Center (TTC), serta mengakibatkan terganggunya jaringan Telkomsel di Padang dan sekitarnya. Penanganan paska gempa terus dilakukan secara intensif terhadap seluruh elemen seperti perangkat catudaya, sentral Mobile Switching Center (MSC), Base Station Center (BSC), Base Transceiver Station (BTS), serta link transmisi. Telkomsel tanggal 1 Oktober 2009 pagi telah menerbangkan tim khusus dari Jakarta untuk mempercepat pemulihan infrastruktur telekomunikasi sekaligus membawa suku cadang yang diterbangkan secara khusus dengan pesawat carteran. Penyebab gangguan yang terbesar adalah akibat terputusnya pasokan catudaya, link transmisi dan overload trafik komunikasi. Telkomsel mempunyai 539 site BTS di Sumatera Barat, di mana 132 site BTS di antaranya berada di Padang dan sekitarnya. Seiring normalnya kembali di inner city Padang , Telkomsel kini mempercepat pemulihan jaringannya di outer Padang seperti di wilayah Pariaman, sedangkan untuk wilayah Bukitinggi juga normal hanya overload saja. Kendala utama Telkomsel ini karena jangkauannya yang luas dan kebetulan mengena pada jaringan inti transmisinya, membutuhkan effort yang besar untuk menormalkan. Dan sejauh ini dengan dikerahkannya 20 genswet dari Jakarta maka sudah mulai pulih hingga 30% dengan dibantu suplai BBM dari Sibolga dan Pekanbaru.
  3. PT Excelcomindo Pratama: kondisi jaringan layanan Excelcomindo di sekitar daerah bencana terparah, terutama di daerah Padang dan Pariaman, boleh dikatakan sebagian besar di antaranya kon di sinya aman dan tetap prima melayani pelanggan walaupun mengalami masalah pada pasokan listrik. Team Network XL bergerak cepat mem- back up pengadaan listrik sesaat setelah gempa terja di dengan genset. Saat ini, di Padang, Bukittinggi, dan Pariaman, XL memiliki 126 BTS (2G/3G). Sedangkan di Sumatera Barat 258 BTS (2G/3G) dan di seluruh Sumatera sekitar 3.600 (2G/3G).
  4. PT Indosat: meski pada awalnya sempat tersendat mengingat terputusnya backbone fiber opric ke arah Medan dan Pakanbaru dan juga diperburuk oleh kerusakan pada gerdung MSC Indosat di Padang sehingga mengganggu layanan suara hanya berdasarkan kapasitas yang terbatas, namun kemudian layanan SMS dan suara dari seluler Indosat dilaporkan sudah relatif agak membaik. Sedangkan layanan data melalui GPRS sejak awal berjalan dengan normal. Pengguna sudah dapat menggunakan layanan SMS dan panggilan telepon meskipun masih terjadi kepadatan jaringan. Hingga saat ini tim teknis lapangan Indosat masih terus melakukan pemantauan dan perbaikan perangkat secara menyeluruh, terutama di kawasan Kota Padang dan Pariaman. Sedangkan anak perusahaan Indosat, IM2, juga telah menyiapkan bantuan backbone untuk fasilitas komunikasi tanggap darurat gempa Sumatra Barat yaitu 1 unit mobil Vsat, 1 set terminal Vsat Ku-band, AP dan perangkat support lainnya untuk membantu koordinasi di lapangan.
  5. PT Bakrie Telcom: layanan Esia di Padang sudah mulai berfungsi normal. Dalam laporannya disebutkan, bahwa awalnya layanan Esia di sana masih bisa digunakan. Namun, karena terhentinya pasokan listrik dan keterbatasan baterai maka jaringan kemudian terhenti total dan baru pulih beberapa saat kemudian. Untuk mendukung penyempurnaan dan optimalisasi jaringan, Esia juga telah memberangkatkan tim dari Medan dan Pekanbaru melalui jalan darat.
  6. PT Mobile-8 Telcom: belum melakukan layanan komersial. Namun tetap bersinergis dengan RCTI, TPI dan GlobalTV untuk membantu layanan penyiaran.
  7. PT Huchison CP Telecommunications: lsyanan sekitar 11% sudah mulai normal kembali dan upaya ke arah perbaikan masih terus dilakukan secepat mungkin.
  8. PT Natrindo Telefon Seluler: meski sifatnya masih terbatas layanannya di Padang, Padang Panjang, Solok, Bukittinggi dan Payakumbuh, tetapi kondisi jaringan sepenuhnya normal.
  9. PT Sampoerna Telekomunikasi Indonesia: layanannya terbatas namun jaringan normal dan sedang berkonsentrasi memberi layanan di sekitar Rumah Sakit.
  10. PT Pasifik Satelit Nusantara: sejumlah teknisi sedang melakukan perbaikan pada beberapa VSAT yang mengalami kerusakan. Pada sisi lain terus melakukan kerja-sama dengan APJII dan Air Putih untuk pelayanan internet secara gratis. Yang cukup menaruik adalah, PNS sedang disibukkan oleh melonjakknya permintaan penggunaan telefon satelit meski kapasitasnya masih terbatas.
  11. APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia): telah mengirimkan 50 subscriber broadband internet untuk mem-back up koneksi penggunaan VSAT. APJII banyak bekerja-sama dengan Air Putih.
  12. Air Putih: melakukan sinergis dengan beberapa stasiun televisi (namun hanya beberapa yang tidak terkendala) dan sudah mengirimkan sejumlah radio communication. Air Putih ini terkenal cukup sukses dalam membuka akses komunikasi data sewaktu terjadinya bencana Tsunami di Aceh. Kali ini Air Putih tetap bekerjasama dengan APJII.
  13. PT Inti: menyiapkan diri dengan suku cadang peralatan telekomunikasi seandainya dibutuhkan sangat segera oleh penyelenggara telekomunikasi.
  14. PT Erricsson Indonesia: siap untuk memback up perbaikan jaringan penyelenggara telekomunikasi.
  15. Penyiaran: hanya 5 stasiun televisi yang berfungsi normal dan untuk mengantisipasi kelangkaan BBM terpaksa melakukan penghematan jam siaran dan harus off sekitar jam 23.00 s/d. 05.00.
  16. PT Pos Indonesia: 1 orang pegawai dinyatakan tewas dan sejauh ini layanan masih terkendala rusaknya infrastruktur jalan dan kelangkaan BBM.
  17. Asperindo: siap memberatkan 1 pesawat milik RPX (salah satu anggota Asosiasi Penyelenggara Jasa Kiriman Ekspress Indonesia ini) untuk mengangkut bantuan seberat 14,5 ton dan masih tersisa space untuk 4 ton bantuan. Pesawat akan diberangkankan pada tanggal 3 Oktober 2009 pagi hari.
  18. RAPI: mobilisasi tenaga bantuan sudah dikerahkan untuk membantu penanganan korban dengan peralatan 2 meteran.
  19. ORARI: Sejak tadi malam sudah dikerahkan tenaga bantuan dari Pekanbaru, namun terhenti di Bukittinggi karena jalan terbelah. Sejak siang tadi banyak bekerja-sama dengan GlobalRescue dan Departemen Kesehatan.
  20. PRSSNI: kerusakan fisik terutama pada peralatan antena dan diperburuk oleh kelangkaan BBM untuk digunakan oleh 18 anggota radio siarannya.
  21. ATVLI: kondisi seluruh anggota televisi lokal rusak parah.
  22. Direktorat Kelembagaan Internasional Ditjen Postel: ITU (International Telecommunication Union) siap membantu distribusi 80 unit telefon satelit yang total free. Hanya perlu proses administrasi korespondensi saja.
  23. LKBN Antara: foto-foto utama yang termuat di sejumlah media massa di Jakarta pada umumnya disuplai dari reporter Antara yang berada di tempat-tempat terjadinya keruntuhan.

Berdasarkan laporan tersebut dapat disimpulan sebagai berikut

  1. Problem utama adalah keterbatasan suplai energi, namun Departemen Kominfo tetap komit tidak ingin menyalahkan siapapun soal energi ini, karena berkeyakinan, bahwa baik PLN dan Pertamina pun pasti juga sudah sangat sibuk dengan persoalan tersebut di sekitar area yang terkena gempa bumi.
  2. Secara umum rata-rata keseluruhan tingkat layanan telekomunikasi yang masih digunakan masih di bawah 50% dan upaya perbaikan akan terus dilakukan secepat mungkin.
  3. Departemen Kominfo cukup prihatin dengan beragamnya informasi yang kadang saling berbeda dan akan mengambil inisiatif untuk berkoordinasi dengan berbagai pihak.
  4. Perbaikan harus menjadi prioritas utama agar tidak menjadi sorotan publik
  5. Inisiatif cepat yang dilakukan oleh para penyelenggara telekomunikasi sudah cukup bagus meski pada awalnya belum ada komando dari Departemen Kominfo.
  6. Departemen Kominfo mulai tanggal 2 Oktober 2009 akan mengirimkan advance team untuk langsung melihat langsung kondisi pasca gempa bumi.
  7. Keperluan ITU akan segera ditindak lanjuti agar keberadaan bantuan ITU tidak terlambat datangnya.
  8. PRSSNI diminta untuk menggunakan model penanganan Jogja dimana ada beberapa stasiun radio yang selama 2 minggu berturut-turut menginformasikan penanganan pasca gempa bumi tanpa harus ada sponsorship.
  9. SMS Donasi Rp 5.000,- akan serentak dilakukan oleh seluruh penyelenggara telekomunikasi selama 1 bulan penuh, yang dananya untuk diberikan pada korban gempa bumi di Padang dan sekitarnya.

— ———-

Kepala Pusat Informasi dan Humas Departemen Kominfo (Gatot S. Dewa Broto, HP: 0811898504, Email: gatot_b@postel.go.id , Tel/Fax: 021.3504024).


Kategori

%d blogger menyukai ini: